Kecerdasan buatan tidak lagi sekadar alat tambahan di tempat kerja. Di banyak perusahaan, AI mulai mengubah cara manusia menyelesaikan pekerjaan.
Survei PwC Global Workforce Hopes & Fears 2025 menunjukkan pekerja yang menggunakan generative AI setiap hari merasakan dampak nyata pada produktivitas, rasa aman kerja, hingga penghasilan.
Pengguna AI Harian Merasakan Dampak Lebih Besar
Survei yang melibatkan hampir 50.000 responden di 48 negara ini menemukan perbedaan jelas antara pekerja yang rutin menggunakan AI dan yang hanya sesekali memakainya.
Di Indonesia, pengguna generative AI harian melaporkan:
- 96% merasa produktivitas meningkat
- 82% merasa lebih aman dengan pekerjaannya
- 72% melaporkan kenaikan gaji
Angka ini lebih tinggi dibandingkan rata-rata global:
- 92% merasa produktivitas naik
- 58% merasa lebih aman
- 52% melaporkan kenaikan gaji
Temuan ini menunjukkan bahwa AI mulai menjadi faktor penting dalam cara orang bekerja dan berkembang dalam kariernya.
Baca juga: Bahaya Ketergantungan AI: Saat Mesin Pintar Membuat Kita Malas Berpikir
AI Mulai Masuk ke Alur Kerja
Awalnya banyak pekerja menggunakan AI untuk tugas sederhana seperti menulis email, merangkum dokumen, atau mencari ide.
Namun bagi pengguna harian, AI sudah menjadi bagian dari proses kerja utama. Misalnya:
- analis data menggunakan AI untuk membantu analisis dan laporan
- tim pemasaran memanfaatkan AI untuk riset tren konsumen
- programmer memakai AI untuk menulis kode awal atau menemukan bug
Dalam praktiknya, AI berfungsi sebagai alat percepatan kerja, bukan pengganti manusia.
Adopsi AI Masih Rendah
Meski manfaatnya mulai terasa, penggunaan AI secara rutin masih terbatas.
Secara global:
- 54% pekerja menggunakan AI dalam 12 bulan terakhir
- hanya 14% memakai generative AI setiap hari
Di Indonesia:
- 69% sudah mencoba AI
- hanya 16% yang menggunakannya setiap hari
Artinya, banyak pekerja sudah mengenal AI, tetapi belum menjadikannya bagian dari rutinitas kerja.
Tantangan: Kesenjangan Akses Pelatihan
Survei ini juga menunjukkan kesenjangan akses pelatihan AI.
Di Indonesia:
- 64% pekerja non-manajer merasa mendapat akses pelatihan
- 89% eksekutif senior merasa mendapat dukungan
Perbedaan ini menunjukkan bahwa peluang belajar teknologi baru masih lebih besar bagi mereka yang berada di level manajemen.
Cara Kerja Sedang Berubah
Temuan survei PwC menunjukkan satu pola yang cukup jelas: pekerja yang mengintegrasikan AI ke dalam pekerjaan sehari-hari cenderung lebih produktif dan lebih siap menghadapi perubahan.
Dengan kata lain, perubahan yang sedang terjadi bukan sekadar soal teknologi baru, tetapi pergeseran cara manusia bekerja.
Ke depan, kemampuan menggunakan AI kemungkinan akan menjadi keterampilan dasar di banyak profesi. Dan bagi sebagian pekerja, perubahan itu sudah mulai terjadi sekarang.